Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjunganom Nganjuk

Mencetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berprestasi

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Rumah Ibadah Sarana Pelihara Harmoni Sosial

Oleh Admin 19-01-2015 08:27:47

Rumah ibadah bukan sekedar tempat menjalankan ibadah bagi umat beragama. Rumah ibadah sudah seharusnya dapat menjadi sarana meraka dalam memelihara harmoni sosial dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, rumah ibadah akan dapat memberikan makna lebih bagi terciptanya kedamaian hidup. “Rumah ibadah semegah apapun, tidak memberikan kedamaian dan kedalaman makna, sekiranya kita tidak bisa menciptakan dan memelihara harmoni sosial dengan lingkungan sekitar,” demikian pesan Menag Lukman Hakim Saifuddin sata meresmikan Padepokan Puri Tri Agung di Pantai Tikus, Sungailiat, Bangka Belitung, Minggu (18/1). Hadir pada kesempatan ini, Gubernur Babel Rustam Efendi, Wagub Babel Hidayat Arsani, Ketua DPRD Didit Srigusjaya, Dirjen Bimas Budha Kemenag Dasikin, Direktur Destinasi Pengembangan Pariwisata FX Teguh yang mewakili Menteri Pariwisata, Kankanwil Kemenag Babel, seluruh SKPD se-Babel, serta para Bhiksu dalam dan luar negeri seperti Bhiksu dari Tiongkok, Hongkong dan Thailand. Menurut Menah, rumah ibadah manapun akan mengalami degradasi fungsi apabila hanya dipandang sebagai simbol eksistensi suatu golongan umat beragama. Maka dari itu, rumah ibadah harus difungsikan sesuai kebutuhan umat beragama seutuhnya. Menag berharap Padepokan Puri Agung ini akan berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, pusat pendidikan, pusat pengembangan kebudayaan buddhis, dan juga bisa menjadi sebagai tempat kegiatan sosial kemasyarakatan. Bahkan lebih khusus lagi, Menag berharap Padepokan Puri Agung ini dapat menjaga eksistensinya dapat menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara yang lebih baik bagi umat Budha serta memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat pada umumnya. Sebagai tempat ibadah, padepokan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi pemeluknya dalam mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan. Sebaliknya rumah ibadah tidak sepatutnya menjadi pemicu klaim keagamaan sepihak yang dapat mengancam kesatuan dan persatuan bangsa. “Bukankah Buddha Gautama telah mengajarkan kita semua terkait dengan 4 hal penting; pertama, berusaha menolong semua makhluk; kedua, menolak semua keinginan nafsu duniawi; ketiga, mempelajari, menghayati dan mengamalkan dharma; keempat, berusaha mencapai pencerahan sempurna,” urai Menag. Sebelumnya, Gubernur Bangka Belitung H Rustam Efendi menyampaikan harapannya kepada masyarakat, dengan selesai dan diresmikannya Padepokan Puri Tri Agung ini, kiranya dapat meningkatkan pencerahan, keceradasan pada umat sekitar. “Melalui kearifan lokal akan mampu memberikan dan meningkatkan perekonomian dengan adanya destinasi pariwisata,” katanya. “Marilah kita jaga kebersamaan ini, agar dapat mewujudkan Babel menjadi miniatur Indonesia,” tambahnya. Gubernur berharap, pembangunan Padepokan Puri Tri Agung yang berjalan kurang lebih 12 Tahun dan atas bantuan dari banyak pihak, dapat menjadi ikon pariwisata Bangka Belitung. “Semoga budi baik semua pihak dapat dibalas yang setimpal oleh Sang Pencipta,” harapnya. (arief/mkd/mkd)