Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjunganom Nganjuk

Mencetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berprestasi

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Anggaran Terbatas, Ditpenma Buat Skala Prioritas Penerima Bantuan Madrasah

Oleh Admin 21-01-2015 08:41:08

Jakarta (Pinmas) —- Jumlah madrasah di Indonesia sangat banyak. Sebagian kondisinya sudah memprihatinkan dan perlu mendapat bantuan dari Kementerian Agama. Namun, karena anggaran terbatas, Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenma) terpaksa harus menyusun skala prioritas dalam penyaluran bantuan madrasah.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, Senin (19/01), saat dimintai tanggapannya terkait adanya dua ruang kelas Madrasah Aliyah Nurul Falah di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, yang ambruk rata dengan tanah pada Kamis (15/1) lalu.

Akibat ambruknya dua ruang kelas ini, puluhan siswa kelas 10, 11, dan 12 terpaksa mengungsi ke ruang kelas Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah, yang berada tidak jauh dari ruang kelas yang roboh. 

“Madrasah tersebut mestinya tahun kemarin dibantu, tapi karena ada kebijakan perubahan akun bansos, anggaran bansos  tidak bisa dicairkan,” terang M. Nur Kholis.

“Tapi sudah didata dan akan diprioritaskan pada 2015. Bahkan, revisi penghematan perjalanan dinas akun 524 juga salah satunya untuk bantuan rehab dan bantuan ruang kelas baru (rkb) madrasah,” tambahnya.

Para tahun 2015, anggaran  rehab dan RKB madrasah di DIPA Kemenag pusat hanya sekitar Rp. 75M. Anggaran ini tentu sangat kecil dibandingkan dengan jumlah madrasah yang harus diberi bantuan. Untuk itu, Ditpenma akan membuat skala prioritas untuk memastikan bahwa anggaran yang digunakan benar-benar tepat sasaran. Bahkan, untuk memastikan hal itu, Ditpenma telah meminta bantuan tim Itjen Kemenag untuk melakukan verifikasi lapangan.

Disinggung kapan program rehab dan RKB ini akan dilakukan, M. Nur Kholis mengatakan bahwa jika revisi anggaran perjalanan dinas sudah disahkan oleh Dirjen Anggaran, akan segera dilaksanakan. “Jika revisi perjadin sudah disahkan DJA, tentu segera bsa ditindaklanjuti. Sebab,  data yang sudah dikonfirmasi oleh tim Itjen ke lapangan sudah ada di Ditpenma sekarang untuk disesuaikan dengan ketersediaan alokasi yang ada,” tandasnya. (mkd/mkd)