Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjunganom Nganjuk

Mencetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berprestasi

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Pesantren Miliki Fungsi Vital Jaga Keindonesiaan

Oleh Admin 08-04-2015 09:21:34

Ponorogo (Pinmas) —- Pondok pesantren tidak hanya mengajarkan keagamaan saja, tapi juga memiliki fungsi vital dalam menjaga keindonesiaan kita. Islam di Indonesia telah mampu beradaptasi dengan keragaman, karena keragaman hakekatnya adalah sunnatullah.

“Perbedaan adalah sunnatullah, dan Tuhan menciptakan seperti itu. Keragaman itu adalah sesuatu yang given, sunnatullah. Allah berikan seperti itu,” demikian dikatakan Menag Lukman Hakim Saifuddin ketika memberikan sambutannya saat Milad ke-54 Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Ponorogo-Jawa Timur, Sabtu (4/4)..

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Ditpontren Mohsen, Kakanwil Kemenag Jatim Mahfudz Shodar, Kakanwil Kemenag Jateng Ahmadi, Bupati Ponorogo Amin, serta Pimpinan, Alumni dn Santri Pontren Wali Songo Ngabar.

Menag mengutip salah satu ayat suci Al-Quran yang menyatakan, kalau saja Allah berkehendak, bisa saja menyeragamkan umat menjadi satu saja. “Tapi itu tidak terjadi. Artinya, saya ingin mengatakan yang dituntut bukan menyatukan keragaman itu atau jadi satu, tapi bagaimana kita mensikapi perbedaan dengan bijak dan arif, dari situ nilai positif didapatkan,” tandas Menag.

Dikatakan Menag, Allah menciptakan kita mahluk yang sempurna, tetapi ada keterbatasan, maka harus saling melengkapi dan menyempurnakan. Disitulah hikmah keragaman tersebut kalau bijak mensikapi.

Kepada civitas pondok pesantren, Menag mengajak untuk dan harus bersyukur. Ia mengungkkpkan, Indonesia memilki jumlah penduduk keempat terbesar dunia. Dari sisi negara kepulauan, kita terbesar di dunia. Tidak ada negara yang memliki pulau sebanyak Indonesia. Kita adalah negara yang memiliki keragaman di hampir segala sisi, budaya dan bahasa juga bahasa.

“Mengapa bersyukur, karena Indonesia memiliki keragaman, Indonesia memiliki paham keagamaan yang moderat. Jumlah Islam terbesar dunia, tapi bukan negara Islam, dan pahamnya ahlussunnah wal jamaah, paham yang mengedepankan toleransi (attasamuh), tawasut (moderat) imbang (tawazun). Islam ahlussunnah waljamaah, adalah Islam yang rahmatal lilalamin, yang tidak mentolerir intoleransi,” terang Menag.

Wali Songo, ujar Menag, dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa tidak menggunakan kekerasan, tidak dengan tumpah darah. Cara Wali Songo menyebarkan nilai-nilai Islam dengan nilai kearifan, untuk itu kita harus bersyukur dan dituntut untuk menjaga warisan leluhur kita.

“Pesantren ini tetap terjaga, tapi pemahaman keindonesiaan dan keislaman kita juga harus kita jaga. Dan pondok pesantren adalah jantungnya ulama seluruh Indonesia, dan hampir seluruhnya ulama adalah ouput pondok pesantren,” ucap Menag. (dm/mkd)

tautan http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=250228