Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjunganom Nganjuk

Mencetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berprestasi

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Direktorat PAI Terus Tingkatkan Kualitas Pengajaran Agama

Oleh Admin 01-12-2015 01:22:20

Direktorat PAI Terus Tingkatkan Kualitas Pengajaran Agama

Foto

Bogor (Pendis) - Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengajaran agama Islam di sekolah umum. Demikian disampaikan Direktur PAI, Amin Haedari saat membuka Konsultasi dan Koordinasi Program Tenaga Pendidik dan Kependidikan PAI di Bogor (21/11/15).

Untuk mewujudkan kualitas pengajaran agama itu, yang pertama sekali ditingkatkan kualitasnya adalah para guru PAI. "Dulu, posisi Guru PAI selalu ada di pinggir. Keberadaan mereka sama sekali tidak diperhitungkan. Tapi sekarang, posisi mereka sudah ada di tengah, bahkan banyak sekali yang sudah di depan," tuturnya.

Semua ini tak lepas dari usaha Direktorat PAI untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas guru PAI. Alumni UIN Yogyakarta ini bercerita, bahwa saat ini tak sedikit dari guru PAI yang menjadi mentor metodologi pembelajaran di sekolahnya masing-masing. "Para guru PAI ini tak hanya mengajari metode pembelajaran pada guru PAI saja, tapi guru mata pelajaran lain di sekolahnya," terangnya.

Amin bercerita, bahkan tak sedikit dari guru PAI yang diminta dinas pendidikan kota/kabupaten untuk menjadi trainer bagi guru-guru lain di kota/kabupaten tersebut.

"Ini adalah kabar yang menggembirakan, dari pinggiran, menuju ke tengah, lalu ada di depan," tegasnya.

Untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu guru, Direktorat PAI juga terus menigkatkan kapasitas pengawasnya. "Dulu, pengawas itu orangnya tua, mantan pejabat, dan orang-orang yang dianggap sudah tidak produktif lagi. Sekarang, pengawas yang direkrut adalah anak-anak muda yg produktif, dan memiliki kualifikasi pendidikan bagus," tuturnya.

Karenanya Amin meminta agar pelatihan-pelatihan yang dibuat oleh Direktorat PAI dan lembaga-lembaga mitra lebih berkualitas. "Pelatihan jangan lagi menggunakan pendekatan tutorial, tapi harus bisa diaplikasikan. Jangan mengedepankan ceramah, tapi harus berbasis keterampilan," imbuhnya.

"Seorang trainer/instruktur setelah memberikan materi, tidak boleh langsung meninggalkan acara. Dia harus terus mendampingi peserta sampai peserta benar-benar dapat mengimplementasikan hasil pelatihannya," pungkasnya.
(beta/ra)