Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjunganom Nganjuk

Mencetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berprestasi

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

HUT Korpri, Menag: Jadilah Pelayan Umat yang Amanah

Oleh Admin 01-12-2015 01:35:51

HUT Korpri, Menag: Jadilah Pelayan Umat yang Amanah

Jakarta (Pinmas) —- Korps Pegawai Negeri  (KORPRI) sedang merayakan hari jadi ke-44. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan aparatur Kementerian Agama agar  menjadi birokrat yang bersih dan melayani.

“Jadilah khadimul ummah (pelayan umat, -red) yang amanah. Jujur dan bertanggung jawab dalam kerja serta profesional mencapai kinerja,” kata Menag Lukman, di sela kunjungan kerjanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin siang (30/11).  

Menag mengingatkan, kata ‘agama’ dalam Kementerian Agama memberikan penekanan tersendiri tentang pentingnya implementasi nilai-nilai keagamaan dalam perilaku aparatur. Selaku pendidik, misalnya, guru binaan Kementerian Agama harus mampu menjadi teladan bagi anak didiknya. Contoh lain, penyuluh agama mesti berada di garda terdepan dalam laku birokrasi yang bersih dan melayani.

Sesuai nilai agama, aparatur negara adalah panutan bagi masyarakat. Namun untuk menjadi panutan, aparatur negara harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Sebab, pada dasarnya pemimpin adalah ‘khadimul ummah’ atau pelayan bagi publik. 

“Implementasi dari nilai agama bagi aparatur negara adalah meneladani sifat pemimpin yaitu jujur (berintegritas), amanah (dapat dipercaya), fathanah (visioner dan inovatif), dan istiqamah (konsisten),” jelasnya. 

Pernyataan Menteri Lukman menegaskan amanat Presiden Joko Widodo yang dibacakan Sekjen Kemenag Nur Syam dalam upacara peringatan HUT Korpri ke-44 di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin pagi (30/11). Presiden berharap aparatur negara Kemenag menjadikan HUT itu sebagai momentum mempercepat reformasi birokrasi. 

“Lakukan percepatan reformasi birokrasi di semua tingkatan dan tanpa basa-basi. Cari terobosan dan cara-cara baru dengan menghindari business as usual. Mekanisme kerja birokrasi harus berubah ke sistem elektronik atau e-government. Jadikan revolusi mental sebagai gerakan bersama, bukan sebatas program yang digerakkan anggaran,” kata Nursyam mengutip amanat Presiden.

Menurut Presiden dalam amanatnya, berbagai upaya perbaikan harus dilakukan dari hulu sampai hilir karena rakyat ingin segera melihat terwujudnya birokrasi yang bersih, akuntabel, efektif dan efisien, serta memberikan pelayanan publik secara berkualitas. Apalagi di era persaingan global yang makin ketat seperti sekarang, aparatur negara dituntut mampu menjadi motor penggerak produktifitas nasional dan daya saing bangsa. (humas/mkd)