Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjunganom Nganjuk

Mencetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berprestasi

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Menag Jelaskan Islam Indonesia kepada Ulama Libanon

Oleh Admin 03-12-2015 01:19:07

Menag Jelaskan Islam Indonesia kepada Ulama Libanon

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan model Islam yang dianut mayoritas Umat Islam Indonesia kepada beberapa ulama asal Libanon yang bersilaturahim Kemenag. Para ulama yang tergabung dalam Darul Fatawa Libanon tersebut diterima Menag di Ruang Kerja Menag, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis 926/11).

“Sekitar 200 juta dari 250 Penduduk Indonesia, beragama Islam. Karenanya, Islam di Negara kami, mempunyai posisi sangat penting dan strategis. Karena nilai-nilai Islam dijadikan sebagai pemersatu dan perekat dari berbagai keragaman di Indonesia,” ”terang Menag panjang lebar.

Para tamu dari Libanon tersebut antara lain: Wakil Grand Mufti Republik Libanon yang juga Imam Masjid Negara al-Amin Beirut, Sheikh Amine el-Kurdi. Selain itu, Sheikh Abdul Hadi el-Khatib, Sheikh Bilal Baroudi, Sheikh Ali Mohamad Ghazzawi, Abd al-Rahman Rifai, dan Mr Rabih Bakri Kasbah yang semuanya adalah jajaran pimpinan Darul Fatawa.

“Kami meyakini, pada dasarnya, semua agama menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang memanusiakan manusia dan mengajarkan cinta kasih,” tambahnya.

Kedatangan para ulama Lebanon tersebut didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Libanon Achmad Chozin Chumaidy, Wendi Budi Raharjo dan Aulia Nugraha (PF Pensosbud). Chozin menyampaikan bahwa selain ingin mendiskusikan masalah Islam dan kebangsaan, kedatangan para Syaikh dari Libanon ini juga ingin lebih mengenal dunia pendidikan Islam di Indonesia, khususnya pondok pesantren.

Didampingi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen Assegaf serta Seditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Menag menyampaikan bawah Indonesia mempunyai puluhan ribuan pesantren. Pesantren kami banyak mengkaji kitab yang dicetak di Beirut (Ibu Kota Libanon) dan juga dikarang oleh Ulama dari sana. “Terima kasih atas kerja sama dan hubungan baik antara Indonesia dan Libanon, yang meski jauh, namun dekat di hati,” imbuh Menag.

Menag juga menjelaskan, Islam Indonesia yang toleran, inklusif dan santun, tak lepas dari peran besar pesantren yang menjaga dan memelihara Islam ala Indonesia tersebut. Menag mengaku bahwa adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan Islam, namun melakukan hal-hal yang bertolak belakang dengan ajaran Islam, menjadi tantangan tersendiri. “Karenanya, kita dituntut untuk memahamkan pada dunia, bahwa sebenarnya, esensi Islam adalah menebar kedamaian, bukan kematian. Semoga, perbedaan yang ada, bisa disikapi dengan kearifan tinggi. Karena inti dari agama adalah memanusiakan manusia,” urai Menag.

Amin El Kurdi mengatakan bahwa selama di Indonesia, pihaknya akan berkunjung ke sejumlah pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kunjungan itu dimaksukan untuk bertukar pikiran dan memperoleh pengetahuan tentang Pendidikan Agama, Dakwah dan Perguruan Tinggi Islam model Indonesia.

Amin menambahkan bahwa Libanon tidak mempunyai Kementerian Agama seperti di Indonesia. Untuk menjembatani banyaknya aliran dalam Agama Islam, Pemerintah Libanon membentuk Darul Fatawa sebagai wadah resmi yang diakui negara.

“Kami melihat, Indonesia mempunyai kesamaan dengan negara kami. Dimana meski Lebanon adalah negara kecil, namun kami juga mempunyai keragaman budaya, etnis, dan agama,” terang Sheikh Amine el-Kurdi, mewakili rombongan.

“Kami juga siap menampung para siswa dari Indonesia, baik di tingkat menengah hingga pasca sarjana untuk belajar di Libanon. Kami bertanggungjawab atas mereka dari paham-paham menyimpang yang berkembang di Timur Tengah,” imbuh el-Kurdi. (g-penk/mkd/mkd)