Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjunganom Nganjuk

Mencetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berprestasi

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Menag Harap Al-Wasliyah Lebih Merangkul Banyak Pihak

Oleh Admin 05-12-2015 02:26:42

Menag Harap Al-Wasliyah Lebih Merangkul Banyak Pihak

Jakarta (Pinmas) —- Ormas Islam Al-Wasliyah hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke-85. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi Al-Wasliyah sebagai salah satu ormas keagamaan Islam di Indonesia yang sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Berdiri sejak 1930, Al-Wasliyah kini memiliki 15 juta anggota yang tersebar di 27 provinsi.Tidak kurang dari 1.000 unit lembaga pendidikan binaan organisasi ini tersebar di seluruh Indonesia. Selain membina lembaga pendidikan dasar hingga menengah, Al-Wasliyah juga mengelola sembilan perguruan tinggi dan 14 panti asuhan.

“Kiprah Al Wasliyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa adalah nyata dan sejalan dengan misi Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin, Senin (30/11).

Di luar jalur pendidikan, Al-Wasliyah aktif mengembangkan dakwah agama yang toleran dan membangun dialog antaragama yang kondusif. Bagi Al-Wasliyah, toleransi adalah harga mati karena umat manusia sejatinya bersaudara. Belakangan, ormas ini juga menjalankan program edukasi keagamaan bagi masyarakat pedalaman dan masyarakat perbatasan yang minim akses.

Menag Lukman berharap Al-Wasliyah solid dalam berorganisasi dan dapat terus mengembangkan program sesuai visi dan misinya. “Untuk itu, Al-Wasliyah seyogianya lebih aktif berinteraksi dan bersosialisasi sehingga bisa merangkul lebih banyak pihak untuk berdakwah sesuai visi dan misi tersebut,” katanya.

Kendati popularitasnya sebagai ormas Islam belum sebesar Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah, Al-Wasliyah memiliki rekam jejak yang tak bisa dianggap enteng. Sekadar menengok sejarah, salah satu tokoh Al-Wasliyah, Ismail Banda, dipercaya pemerintah untuk menjadi sekretaris Misi Haji Indonesia yang pertama pada tahun 1948. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk menyampaikan orasi di Timur Tengah dalam tiga bahasa. Misi Haji Indonesia saat itu juga berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Arafah dan Mesir memberikan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. (humas/mkd)