Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjunganom Nganjuk

Mencetak Generasi Muda Yang Unggul dan Berprestasi

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Menag: Selain Akses, Saatnya Bicara Mutu Pendidikan

Oleh Admin 05-12-2015 02:28:33

Menag: Selain Akses, Saatnya Bicara Mutu Pendidikan

Mataram (Pinmas) —- Perluasan akses pendidikan menjadi salah satu program pokok Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai upaya dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat di semua wilayah terhadap pendidikan. Seiring meluasnya akses pendidikan, sudah saatnya Kementerian Agama lebih menitikberatkan masalah peningkatan mutu.

“Saya ingin mengajak semua pihak terutama para penyelenggara pendidikan madrasah bahwa saatnya kita tidak hanya bicara akses pendidikan, tetapi juga harus bicara mutu pendidikan. Saatnya kita concern terhadap akses pendidikan yang bermutu,” demikian penegasan Menag saat menjadi pembicara pada Dialog Publik dengan tema “Mencari Solusi Atas Permasalahan Pendidikan Swasta Di NTB, Problematika Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Agama”, di Mataram, Senin (30/11) yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah RI.

Perhatian terhadap mutu penting, lanjut Menag, karena kondisi masa depan bangsa sangat tergantung dan dipengaruhi oleh mutu layanan pendidikan yang diterima generasi mudanya. Jika sekarang mereka memperoleh layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu, maka mereka akan menjadi “generasi emas bangsa” yang mempunyai kompetensi yang berdaya saing.

Sadar akan hal itu, Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah secara tegas mengatur persyaratan yang ketat tentang pendirian madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa pendirian madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat harus memenuhi persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan. “Ini saya kira wujud komitmen Kementerian Agama yang tidak hanya bicara akses pendidikan, tetapi juga wujud komitmen untuk menjamin mutu pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat,” terang Menag.

“Prioritas pembangunan pendidikan Islam ke depan diarahkan pada bagaimana satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dapat memenuhi standar pelayanan minimal yang baik,” tambahnya.

Di hadapan 200 lebih peserta yang terdiri dari stakeholders pendidikan dasar dan menengah, Menag menyampaikan apresisasinya kepada masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan, dan lainnya yang telah memainkan peran besar dalam perluasan dan pemerataan akses pendidikan. “Tanpa kontribusi mereka, tentu kondisi akses pendidikan bagi semua warga masyarakat tidak akan bisa optimal seperti sekarang ini”. Kata Menag.

Sebelumnya Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, mengapresiasi pemikiran Menag yang dinilainya konstruktif dalam membangun bangsa khususnya di bidang keagamaan. Farouk berharap NTB ke depan dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tampak hadir juga dalam acara tersebut Kakanwil Kemenag Provinsi NTB Sulaiman Hamid, Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, Rektor IAIN NTB Prof Mutawali, Wagub NTB H.M Amin SH,MSi, serta para ulama, tuan guru, dan pengasuh pondok pesantren. (Arief/mkd/mkd)